|
Upaya efisiensi terhadap Anggaran Belanja Negara selalu di dengung-dengungkan Pemerintah disetiap even yang ada. Melalui Direktorat Sistem Informasi, Perangkat Lunak dan Konten Depkominfo, Pemerintah kembali menghimbau kepada Instansi pemerintah daerah di Indonesia untuk selalu melakukan efisiensi anggaran. Caranya lewat penggunaan Perangkat Lunak tidak berbayar atau open source software.
Belum lama ini Dit. SIPLK Ditjen Aptel Depkominfo bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menyelenggarakan sosialisasi Open Source Software di Kota Padang. Acara yang berlangsung selama dua hari tersebut dinilai cukup sukses karena diikuti oleh lebih dari 250 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, pengusaha bidang IT, guru-guru SMK, SMU, Dosen dan para mahasiswa informatika. Acara yang dikemas dalam bentuk sosialisasi dan workshop itu menampilkan narasumber-narasumber pakar yang ahli di bidangnya. Sebut saja Rusmanto yang dikenal sebagai pakar Linux, Gombang Nan Cengka yang dikenal sebagai aktivitis Wikipedia, dan Aditya Priambodo yang dikenal sebagai aktivis keamanan jaringan Linux. Selain itu diadakan juga workshop tentang Blogger, sebuah aplikasi untuk mengembangkan kreasi tulis menulis seseorang lewat internet. Workshop ini langsung dibawakan oleh pakarnya, Enda Nasution yang dikenal sebagai Bapak Blogger Indonesia. Acara sosialisasi dan workshop di buka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat. Bpk. H. Firdaus K. Beliau menyampaikan dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam penggunaan open source software. Bentuk dukungan tersebut diwujudkan dengan akan dilakukan migrasi software di beberapa instansi pemerintah di sumbar. Mendampingi sekda Sumbar adalah Ibu Lolly Amalia Abdullah yang bertindak mewakili Direktur Jenderal Aplikasi Telematika. Dalam sambutannya Ibu Lolly mengatakan pentingnya penggunaan open source software dli semua instansi pemerintah. Open Source software tidak hanya dapat menghemat anggaran negara tapi juga menghemat waktu kerja. Karena kita tidak disibukan lagi dengan pekerjaan memberantas virus-virus komputer. Antusiasme peserta sosialisasi dan workshop terlihat dengan berbagai pertanyaan yang dihujankan ke beberapa narasumber. Pertanyaan peserta sangat kritis dan tajam. Selain itu ketekunan mereka dalam mengikuti workshop juga menjadi indikator bahwa ada keinginan di daerah-daerah untuk mempelajari tentang open source software ini. |